Sabtu, 29 Oktober 2011

Manhaj Al- Ramahurmuzy



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Pendahuluan
Ilmu hadis adalah sebuah ilmu pengetahuan yang independen/otonom dan eksplisit jauh setelah hadisnya bertebaran kenegara- negara islam , padahal ilmu hadis senantiasa mengiringi hadis sejak kemunculannya pada masa Rasulullah saw. Hal itu dapat dibuktikan dengan munculnya beberapa perintah Rausulullah yang mendorong untuk melakukan penulisan dan klarifikasi berita dan pesan Nabi saw. untuk tidak melakukan pemalsuan hadis “من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار”.[1]    
Perkembangan ilmu hadis dari masa ke masa mencapai puncaknya sebagai ilmu yang berdiri sendiri pada abad keempat hijriyah dengan munculnya al-Ra>makhurmuz\i (w. 360 H.) dengan judul bukunya al-Muhaddis\ al-Fa>s}il bain al-Ra>wi wa al-Wa>’i akan tetapi tidak mencakup keseluruhan ilmu hadis..[2]
Sebagai ulama pertama yang menyusun tentang ilmu hadis, al-Ra>makhurmuz\i mendapat perhatian tersendiri dari kalangan ulama dan akademisi, sehingga layak untuk dikaji Manhajnya dalam kitab tersebut.
Walau demikian, sebagai karya , al-Ra>makhurmuz\i dan kitabnya tidak akan lepas dari penilaian-penilaian ulama setelahnya, akan tetapi penilaian tersebut tidak serta merta membawa seseorang untuk tidak mempelajari dan mengkajinya, karena dibalik setiap keterbatasan akan muncul beberapa keistimewaan dan keunggulan yang terkadang tidak dimiliki oleh yang lain.
Dengan demikian, al-Ra>makhurmuz\i dan kitabnya layak untuk dikaji dan dijadikan pedoman bagi ulama hadis  sehingga ditemukan  informasi yang penting dari kitab tersebut .
B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan  latar belakang masalah di atas, maka permasalahan pokok yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana Manhaj al-Ra>makhurmuz\i dalam kitabnya al-Muhaddis\ al-Fa>s}il , Permasalahan pokok tersebut dibatasi pada beberapa sub masalah, yaitu:
1.      Bagaimana biografi al-Ra>makhurmuz\i ?
2.      Bagaimana sistematika dan metode  pembahasan dalam  kitab al-Muhaddis\ al-Fa>s}il?
3.      Bagaimana penilaian ulama terhadap  kitab al-Muhaddis\ al-Fa>s}il?     



BAB II
PEMBAHASAN
A.  Biografi  al-Ra>mahurmuz\i dan kitabny
1.    Nama dan Masa Hidup al-Ramahurmuz\i
Al-Ra>mahurmuz\i bernama lengkap Abu> Muhammad al-H{asan ibn ‘Abd al-Rah}ma>n ibn al-Khalla>d al-Fa>risi al-Ra>mahurmuz\i yang menunjukkan bahwa dia berasal dari Ramahurmuz\, salah satu daerah di wilayah Persia, atau di arah barat daya kota negara Iran saat ini.[3]
Para sejarawan tidak menyebutkan secara pasti kapan al-Ra>mahurmuz\i lahir, akan tetapi menurut ‘Ajja>j al-Khat}i>b, al-Ra>mahurmuz\i kemungkinan lahir pada tahun 265 H.[4]
Al-Ra>mahurmuz\i telah berguru kepada 200 pakar hadis pada zamannya dalam usaha memperdalam bidang hadis dan ilmu hadis.[5] Di antara gurunya adalah ayahnya sendiri ‘Abd al-Rah}ma>n ibn al-Khalla>d, Muhammad ibn ‘Abdillah al-Had}rami (202-297 H./818-910 M.), , Abu> Ja’far Muhammad ibn Us\ma>n ibn Abi> Syaibah (w. 297 H./910 M.), Abu> al-Qa>sim ‘Abdullah ibn Muhammad ibn ‘Abd al-‘Azi>z al-Bagawi (214-317 H./829-929 M.), dan masih banyak lagi gurunya yang lain.[6]
Adapun murid-muridnya antara lain adalah Abu> ‘Abdillah Ah}mad ibn Ish}a>q al-Naha>wandi, al-H{asan ibn al-Lais\ al-Syaira>zi, Abu> Bakar Muhammad ibn Mu>sa> ibn Mardawaih dan Abu> al-H{usain Muhammad ibn Ah}mad al-Gassa>ni.[7]       
AL-Ra>makhurmuz\i hidup pada masa dinasti Buwaihi dan dekat dengan penguasa pada saat itu, seperti Adu>d al-Daulah (w. 372 H./983 M.), al-Mahlabi (w. 352 H./963 M.) dan Abu> al-Fad}l ibn al-Ami>d (w. 360 H./971 M.). ketiga penguasa tersebut sering mengajak al-Ra>makhurmuz\i untuk berdiskusi dalam masalah-masalah hadis dan sastra Arab. Sehingga tidak heran jika al-Ra>makhurmuz\i diangkat sebagai qa>d}i/hakim di Khuzistan.[8]  wafat al-Ra>makhurmuz\i tahun 360 H.
2.    Karya-karya al-Ramahurmuz\i
Sebagai seorang ulama besar pada masanya, al-Ra>mahurmuz\i di samping mengajarkan ilmu hadis, Dia juga aktif menulis beberapa karya ilmiah, baik dalam bidang hadis maupun sastra Arab dalam bahasa Arab dan Persia. Namun dari sekian banyak karyanya, ‘Ajja>j al-Khat}i>b hanya dapat melacak 15 karyanya dalam bahasa Arab saja. Di antaranya:
a.       Adab al-Mawa>id yang membahas tentang masalah-masalah sastra.
b.      Adab al-Na>tiq yang membahas tentang retorika
c.       Ima>m al-Tanzi>l fi al-Qur’a>n al-Kari>m yang memuat tentang Rasulullah saw. dan hadis-hadisnya.
d.      Ams\a>l al-Nabi yang menguraikan tentang janji baik dan buruk di akhirat, hal dan haram, iman dan kufur serta maksud kata-kata sulit dalam al-Qur’an dikaitkan dengan al-Qur’an dan syair.
e.       Rabi’ al-Muti>m fi Akhba>r al-‘Usya>q yang mengurai tentang sastra dan hadis.
f.        Al-Muh}addis\ al-Fa>s}il bain al-Rawi wa al-Wa>’i yang menjadi objek pembahasan dalam makalah ini.[9]
           Semuanya masih dalam bentuk manuskrip kecuali kitab yang menjadi objek kajian yaitu al-Muh}addis\ al-Fa>s}il bain al-Rawi wa al-Wa>’i.       
3.    Penilaian  Ulama  terhadap al-Ramahurmuz\i
Sebagai seorang ulama besar dalam bidang hadis dan ilmu hadis, sastra dan sejarah, al-Ra<makhurmuz\i tidak lepas dari penilaian para pada masanya dan setelahnya. Di antara ulama yang memberikan komentar adalah al-Sam’a>ni, salah seorang gurunya pernah berkata “al-Ra>mahurmuz\i seorang yang istimewa dan banyak hadisnya”.[10] Muhammad ibn Ishaq ibn al-Nadi>m memujinya dengan “Abu Muhammad seorang qa>d}i (hakim), bagus dan indah karyanya, dia menempuh metode al-Ja>hiz{“. Ibn Suwa>r al-Ka>tib berkata “al-Ra>mahurmuz\i adalah seorang sastrawan dan meriwayatkan hadis”. Al-S|a’a>labi dalam kitabnya Yati>mah al-Dahr mengatakan “al-Hasan ibn ‘Abd al-Rah}ma>n termasuk tokoh/taring ilmu kalam, singa sastra dan seorang tokoh terkemuka pada masanya…”. Sedangkan al-Z|ahabi menilai al-Ra>mahurmuz\i sebagai seorang imam al-h{a>fiz}, muh}addis\, penulis, pengarang dan penyusun kitab, dan termasuk orang yang dipercaya, seorang tokoh hadis, sejarawan dan sastrawan”.[11] 

4.           Profil Kitab  al-Muhaddis\ al-Fa>s}il bain al-Ra>wi wa al-Wa>’i
Sebagai sebuah karya pertama tentang ilmu hadis, kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il memiliki karakteristik tersendiri, baik dari fisiknya maupun manhaj penyusunannya.      
A.Karakteristik Kitab
Untuk menghindari kesimpangsiuran dan perbedaan tentang kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il, pemakalah akan menguraikan beberapa hal yang terkait dengan kitab yang menjadi objek kajian dalam makalah ini. Secara fisik, kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il dapat digambarkan sebagai berikut:
a.       Kitab al-Muhaddis\ al-Fa>s}il pada awalnya berupa manuskrip dalam beberapa eksamplar, yaitu yang terdapat di perpustakaan fakultas Syari’ah Damaskus, yang terdapat di perpustakaan Kementerian Pendidikan Damaskus, yang di perpustakaan Universitas Cairo dan yang terdapat di Perpustakaan Fakultas Da>r al-‘Ulu>m di Universitas Cairo.[12]     
b.      Kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il untuk pertama kali ditahqiq (dikaji) oleh Muhammad ‘Ajja>j al-Khat}i>b.
c.       Kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il berjudul lengkap al-Muh}addis\ al-Fa>s}il bain al-Ra>wi wa al-Wa>’i Cetakan pertama, di kota Beirut Lebanon oleh percetakan Da>r al-Fikr, tahun 1391 H./1771 M.
d.      Kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il mencakup beberapa pembahasan, yaitu:
1)      Tambahan dari pentahqiq kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il, Di antaranya:
a)      al-Muqaddimah, baik muqaddimah penerbit maupun muqaddimah pentahqiq Muhammad ‘Ajja>j al-Khat}i>b. 
b)     Biografi penulis kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il al-Ra>mahurmuz\i
c)      Sekilas tentang kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il.
d)     Manuskrip kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il.
e)      Isnad al-Kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il.
f)       Silsilah dan riwayat kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il.
g)     Raferensi Kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il.
h)     Jumlah halaman pembahasan tersebut di atas mencapai 157 halaman, mulai dari halaman 1 hingga 157.
2)      Sedangkan pembahasan aslinya memuat beberapa hal, yaitu:   
a)      Beberapa bab tentang hal-hal yang terkait dengan hadis yang dimulai dengan bab fad}l al-na>qil dan diakhiri dengan bab al-Mus}annifu>n min Ruwa>t al-Fiqh fi al-Ams}a>r.  
b)      Jumlah halaman yang murni karya al-Ra>mahurmuz\i sebanyak 466 halaman, mulai dari halaman 158 hingga 624.  
3)      Pada penutup kitab al-Muhaddis\ al-Fa>s}il yang telah ditahqiq tercantum beberapa hal, antara lain:
a)      Al-Faha>ris.
b)      Mas}a>dir wa Mara>ji’ al-Tah}qi>q wa al-Ta’li>q.
c)      Al-Ah{a>di>s\ al-Nabawiyah.
d)      Syuyu>kh al-Hasan ibn ‘Abd al-Rah}ma>n al-Ra>mahurmuz\i.
e)      Al-A’la>m selain guru-guru al-Ra>mahurmuz\i.
f)       Al-Asy’a>r.
g)      Al-Ams\a>l
h)      Al-Ama>kin wa al-Masya>hid wa al-Gazawa>t.
i)       Maud}u>’a>t Tas}di>r al-Kita>b.
j)        Maud}u>’a>t Kitab al-Muhaddis\ al-Fa>s}il.
k)      Tas}wi>b al-Akht}a>’.
l)        Jumlah halaman untuk tambahan pokok-pokok pembahasan di atas sebanyak 61 halaman, mulai dari halaman 625 hingga 686.[13] 
B.   Manhaj  Kitab    al-Muh}addis\ al-Fa>s}il bain al-Ra>wi wa al-Wa>’i
Setelah melakukan pembacaan dan penalaran terhadap kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il bain al-Ra>wi wa al-Wa>’i karya al-Ra>mahurmuz\i, pemakalah dapat menyimpulkan beberapa hal terkait dengan metodologi penyusunan dan pembahasannya sebagai berikut:
a.       Al-Ra>makhurmuz\i mengklasifikasi bukunya dalam beberapa bab seperti bab fad}l al-Na>qil li Sunnah Rasulillah saw.
b.      Penjelasan terhadap hal-hal yang terkait dengan bab dilakukan dengan cara menyebutkan riwayat-riwayat yang terkait dengan bab tersebut dengan sesekali menjelaskan apa, bagaimana dan di mana keterkaitannya.
c.       Setiap bab berisikan beberapa contoh yang terkait dengan babnya, baik dalam bentuk hadis Nabi, seperti hadis اللهم ارحم خلفائى قلنا يا رسول الله، من خلفاؤك قال "الذين يروون أحاديثى وسنتى ويعلمونها الناس" dalam bab fad}l al-Na>qil li Sunnah Rasulillah saw. Bab ini memuat 19 hadis Rasulullah saw., maupun dalam bentuk perkataan sahabat dan tabi’in, atau nama-nama yang lain sesuai dengan kebutuhan bab tersebut.
d.      Setiap hadis atau aqwa>l al-S}ahabah atau al-ta>bi’i>n atau atba>’ al-ta>bi’i>n yang dicantumkan dalam kitabnya, dilengkapi dengan sanad. Sedangkan kitab sumbernya tersebut dicantumkan dalam bentuk footnote oleh pentahqiq.   
e.       Setiap kata yang tidak jelas atau sulit maknanya, akan dijelaskan melalui pendekatan bahasa atau syair. Sedangkan setiap nama guru al-Ra>makhurmuz\i akan dijelaskan nama lengkapnya dalam footnote oleh pentahqiq.
f.        Setiap argumen atau pendapat yang dipaparkan dalam bukunya selalu didasarkan dan dikembalikan kepada pendapat para ulama semasanya atau sebelumnya, sehingga cenderung ilmu bi al-ma’s\u>r atau bi al-riwa>yah.
g.      Pendapat yang berbeda akan dicantumkan semuanya, meskipun tanpa ada kesimpulan pendapat yang lebih unggul.
h.      Dalam menulis kitabnya, al-Rama>khurmuz\i menekankan pada hal-hal yang terkait dengan perawi hadis saja, seperti keutamaan perawi hadis, perawi sahabat yang terkenal nama aslinya, panggilan atau nenek moyangnya dan sigat tahammul wa al-ada>’.[14]
i.        Pada akhir pembahasan, al-Ra>makhurmuz\i menjelaskan seputar tentang hal-hal yang terkait dengan penulisan kitab dan penulis-penulis di setiap kota.[15]
C.   Kelebihan dan Kekurangan Kitab al-Muhaddis\ al-Fa>s}il
Setiap karya manusia yang terdapat di dunia ini, paling tidak memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu pun kitab al-Muhaddis\ al-Fa>s}il karya al-Ra>makhurmuz\i.
1.      Kelebihan al-Muhaddis\ al-Fa>s}il
Di antara keunggulan kitab al-Muhaddis\ al-Fa>s}il adalah:
a.       Kitab tersebut telah disusun dalam bentuk bab-bab sehingga memudahkan untuk dipahami maksudnya.
b.      Dominan menggunakan bi al-ma’s\u>r/bi al-riwa>yah dalam setiap argumen dan statemen, baik dari Nabi saw., sahabat, tabi’in dan ulama-ulama pada masanya, sehingga lebih dipertanggungjawabkan.  
c.       Semua hadis yang tercantum di dalam kitabnya disertai dengan sanad yang lengkap.
d.      Sumber hadis dan kitabnya yang tercantum ditulis dalam footnote. Begitupun dengan referensi yang lain.
e.       Penjelasan kata yang tidak jelas senantiasa dikembalikan kepada bahasa atau syair sehingga cenderung lebih bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya.
2.      Kekurangan al-Muhaddis\ al-Fa>s}il
Di antara keterbatasan kitab al-Muhaddis\ al-Fa>s}il adalah:
a.       Sebagai sebuah karya di bidang ilmu hadis, kitab al-Muhaddis\ al-Fa>s}il kurang komprehensif. Hal itu dapat dimaklumi karena termasuk karya pertama.     
b.      Hadis-hadis yang dicantumkan tidak semuanya s}ah}i>h} dan statusnya tidak ditampilkan sehingga membutuhkan pekerjaan ekstra untuk melacak hadisnya.
c.       Setiap terjadi perbedaan pendapat antar satu ulama dengan ulama yang lain, baik dari kalangan sahabat atau tabi’in hanya diungkapkan saja, tanpa ada kesimpulan hadis pendapat mana yang lebih kuat.
       
Walau demikian, sebagai sebuah karya pertama dalam ilmu hadis, para ulama memberikan apresiasi yang sangat tinggi. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan  al-Z|ahabi “ما أحسنه من كتاب ”Betapa bagus kitab ini”.[16] 
BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Merujuk kepada pembahasan sebelumnya dapat dibuat beberapa poin sebagai kesimpulan akhir sebagai berikut:
1.       Ulama pertama yang membukukan ilmu hadis dirayah adalah Abu Muhammad ar-Ramahurmuzi (265-360 H) dalam kitabnya, al-Muhaddis al-Fasil bain ar-Rawi wa al- wa 'iz (Ahli Hadis yang Memisahkan Antara Rawi dan Pemberi Nasihat  .
2.      Profil kitab al-Muhaddis\ al-Fa>s}il dapat dikelompokkan dalam dua bagian besar, yaitu karakteristik kitab dan manhaj penyusunannya. Karakteristik kitab meliputi tambahan dari ‘Ajja>j al-Khat}i>b selaku pentahqiq (penyeleksi), karya asli dari al-Ra>makhurmuz\i dan penutup sebagai tambahan penjelasan dari pentahqiq.
Dari segi isi dan kandungan, kitab al-Muhaddis\ al-Fa>s}il termasuk sangat baik untuk ukuran kitab pertama, karena telah disusun dalam bentuk bab-bab dan argumentasi yang disodorkan adalah didominasi riwa>yah dari Nabi, sahabat, ta>bi’i>n dan ulama pada masanya, meskipun pembahasannya belum mencakup semua ilmu hadis pada masa itu.  
3.      Kelebihan dan kekurangan ditentukan dari sudut pandang sipeneliti pada masanya, meskipun tetap memperhatikan masa penyusunan kitab tersebut. Dengan demikian, kitab al-Muhaddis\ al-Fa>s}il tentu mengandung berbagai keunggulan dan keterbatasan. Di antara keunggulannya atau kelebihan dapat dilihat dari sisi sistematika pembahasan yang berbentuk bab-bab, dari sisi penyusunan argumentasi yang ditekankan pada riwayat dan dari sisi penjelasan kata/mufradat yang dikembalikan pada kamus-kamus kebahasaan dan syair.
Sementara keterbatasannya, dapat dilihat dari sisi cakupan dan kandungan ilmu hadisnya yang kurang komprehensif, dari sisi argumentasi hadis yang mengabaikan statusnya, dari sisi penyelesaian masalah yang tidak menyimpulkan hasilnya dan dari sisi konsistensi yang kadang melebar dan berpanjang lebar.
B.   Implikasi
 Sejarah perkembangan ilmu hadis telah ada sejak Rasulullah saw. meskipun dalam bentuk ambrio/benih dan terus berkembang hingga menjadi sebuah ilmu yang mandiri.
Saat ini, ulama yang berkecimpung di bidang hadis dan ilmu hadis harus terus mengembangkan metodologi ilmu hadis, agar tidak terjadi stagnan seperti yang pernah dialami pada abad ketigabelas dan empatbelas awal.  Apatahlagi, saat ini,  kajian metodologi ilmu hadis bukan hanya dilakukan oleh ulama Islam, tetapi juga oleh para orientalis, terlepalas dari apa niat mereka.



  





DAFTAR PUSTAKA
Al-Bukha>ri, Abu> ‘Abdillah Muhammad ibn Isma>’i>l. al-Ja>mi’ al-S}ah}i>h. Juz. I. Cet. III; Beirut: Da>r Ibn Kas\i>r, 1407 H./1987 M.
Al-H{amawi, Ya>qu>t. Mu’jam al-Adibba>’. CD-ROM al-Maktabah al-Sya>milah dari http://www.alwarraq.com.
Al-Khat}i>b, Muhammad ‘Ajja>j. Us}u>l al-H}adi>s\. Beirut: Da>r al-Fikr, 1409 H./1989 M.
Al-Ra>mahurmuz\i, al-H{asan ibn ‘Abd al-Rah}ma>n. al-Muh}addis\ al-Fa>s}il bain al-Ra>wi wa al-Wa>’i. Cet. I; Beirut: Da>r al-Fikr, 1391 H./1771 M.
Al-S}afdi>. al-Wa>fi bi al-Wafaya>t. Juz. IV. CD_ROM al-Maktabah al-Sya>milah diambil dari http://www.alwarraq.com.
Al-Syairu>zi, Abu> ‘Amar ‘Us\ma>n ibn ‘Abd al-Rah}ma>n.‘Ulu>m al-H}adi>s\. Cet. II; al-Madi>nah al-Munawwarah: al-Maktabah al-‘Ilmiyah, 1972 M.
Al-Z|ahabi, Muhammad ibn Ahmad ibn ‘Us\ma>n. Taz\kirah al-H}uffa>z\. Juz. III. CD-ROM al-Maktabah al-Sya>milah.
al-Z|ahabi, Syams al-Di>n Muh{ammad ibn Ah{mad ibn ‘Us\ma>n. Siyar A’la>m al-Nubala>’. vol. XVI. Cet. IX; Beirut: Muassasah al-Risa>lah, 1413 H./1993 M.
Azra, Azyumardi., dkk, Ensiklopedi Islam. vol. VI. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 2005 M.
Khon, H. Abdul Majid.Ulumul Hadis.  Cet. I; Jakarta: Amzah, 2008.



[1]Abu> ‘Abdillah Muhammad ibn Isma>’i>l al-Bukha>ri, al-Ja>mi’ al-S}ah}i>h}, Juz. I (Cet. III; Beirut: Da>r Ibn Kas\i>r, 1407 H./1987 M.), h. 52.
[2]H. Abdul Majid Khon, Ulumul Hadis (Cet. I; Jakarta: Amzah, 2008), h. 82.
[3]Syams al-Di>n Muh{ammad ibn Ah{mad ibn ‘Us\ma>n al-Z|ahabi, Siyar A’la>m al-Nubala>’, vol. XVI (Cet. IX; Beirut: Muassasah al-Risa>lah, 1413 H./1993 M.), h. 73.  
[4]Al-Khat}i>b mengungkapkan tahun kelahiran tersebut saat men-tahqi>q (mengoreksi) kitab al-Ra>mahurmuz\i, al-Muh}addis\ al-Fa>s}il bain al-Ra>wi wa al-Wa>’i (Cet. I; Beirut: Da>r al-Fikr, 1391 H./1771 M.), h. 11. 
[5]Azyumardi Azra dkk, op.cit., vol. VI, h. 39.
[6]Muhammad ibn Ahmad ibn ‘Us\ma>n al-Z|ahabi, Taz\kirah al-H}uffa>z\ (CD-ROM al-Maktabah al-Sya>milah), Juz. III, h. 905. Untuk lebih lengkapnya, lihat: pengantar kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il bain al-Ra>wi wa al-Wa>’i. op.cit., h. 19-22.   
[7]Al-S}afdi>, al-Wa>fi bi al-Wafaya>t, Juz. IV (CD_ROM al-Maktabah al-Sya>milah diambil dari http://www.alwarraq.com), h. 148. Dan Syams al-Di>n Muhammad ibn Ah}mad ibn ‘Us\ma>n al-Z|ahabi, op.cit., Juz. XVI, h. 73.    
[8]Azyumardi Azra dkk, op.cit., vol. VI, h. 39.
[9]Lihat juga: Pengantar kitab al-Muh}addis\ al-Fa>s}il bain al-Ra>wi wa al-Wa>’i. op.cit., h. 23-25. dan Azyumardi Azra dkk, op.cit., vol. IV, h. 39. 
[10] ‘Us\ma>n ibn ‘Abd al-Rah}ma>n.‘Ulu>m al-H}adi>s\. Cet. II; al-Madi>nah al-Munawwarah: al-Maktabah al-‘Ilmiyah, 1972 M.

[11]Dikutip dari beberapa kitab, antara lain: Ya>qu>t al-H{amawi, Mu’jam al-Adibba>’ (CD-ROM al-Maktabah al-Sya>milah dari http://www.alwarraq.com), h. 363-365, dan Pengantar kitab al-Ra>mahurmuz\i, al-Muh}addis\ al-Fa>s}il bain al-Ra>wi wa al-Wa>’i. op.cit., h. 11. 
[12]Muhammad ‘Ajja>j al-Khat}i>b, Us}u>l al-H}adi>s\ (Beirut: Da>r al-Fikr, 1409 H./1989 M.), 13.
[13]al-Ra>mahurmuz\i, al-Muh}addis\ al-Fa>s}il bain al-Ra>wi wa al-Wa>’i. op.cit.
[14]Dikaji dan disadur dari kitab al-Ra>makhurmuz\i, al-Muhaddis\ al-Fa>s}il bain al-Ra>wi wa al-Wa>’i, op.cit.  
[15]Ibid. 
[16]Syams al-Di>n Muhammad ibn Ah}mad ibn ‘Us\ma>n al-Z|ahabi, op.cit., Juz. XVI, h. 73.

0 komentar:

Poskan Komentar

apakah anda tidak menemukan yang anda cari??? silahkan tuliskan sesuatu yang anda cari itu....

FACEBOOK COMENT

ARTIKEL SEBELUMNYA

 
Blogger Templates