Selasa, 29 November 2011

CONTOH DRAF



WAWASAN AL-QUR'AN TENTANG ISTI'AZAH
Oleh : muhammad. S.Th.i
A.    Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an menyatakan dirinya sendiri sebagai Hudan (petunjuk) bagi orang-orang yang bertaqwa[1], petunjuk  dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman[2], petunjuk bagi umat manusia dan keterangan-keterangan mengenai petunjuk dan sebagai Furq±n (pembeda) antara yang hak dan yang batil[3]. Sealin itu, ia jiga sebagai Ta©kirah (peringatan) bagi orang-orang yang takut kepada Tuhan dan ©ikir (ingatan, sebutan) bagi semeta alam[4], dan beberapa nama lainnya. Nama-nama dan atribut-atribut ini secara eksplisit memberikan indikasi bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang berdimensi banyak dan berwawasan luas.[5]
Pada dasarnya, Al-Qur’an merupakan sebuah kitab keagamaan. Namun, pembicaran-pembicaraan serta kandungannya tidak terbatas pada bidang keagamaan semata, tetapi meliputi berbagai aspek kehidupan manusia. Al-Qur’an bukanlah kitab filsafat dan ilmu pengetahuan, tetapi di dalamnya dapat dijumpai pembahasan mengenai filsafat dan ilmu pengetahuan.[6]
Al-Qur’an mengandung berbagai ragam masalah, tetapi pembicaraannya tentang suatu masalah tidak selalu tersusun secara sistimatis seperti halnya buku ilmu pengetahuan yang dikarang oleh manusia. Di samping itu, Al-Qur’an sangat jarang menyajikan suatu masalah secara rinci dan detail. Pembicaraan Al-Qur’an pada umumnya bersifat global, parsial, dan seringkali menampilkan sesuatu masalah dalam prinsip-prinsip pokok saja.[7]
Al-Qur’an adalah kitab suci yang kaya dengan berbagai konsep dan gagasan. Salah satu di antaranya adalah pembicaraan tentang Al-Isti’a©ah. Kata atau lafaz Al-Isti’a©ah diungkapkan dalam Al-Qur’an sebanyak 17 (tujuh belas) kali dalam berbagai bentuknya.[8].
Al-Qur’an memberikan persoalan-persoalan aqidah, syariah dan akhlak dengan jalan meletakkan dasar-dasar prinsipil mengenai persoalan tersebut.[9] Demikian pula persoalan Al-Isti’a©ah yang masuk dalam kajian hukum, aqidah dan akhlak.

Manusia sebagai makhluk yang diciptakan oleh Tuhan dalam bentuk yang sebaik-baiknya[10] dengan kesempurnaan jiwa[11]. Namun dalam kesempurnaan tersebut, Allah juga mengilhamkan dua potensi utama yaitu ; kefasikan dan ketakwaan[12]. Dari kedua potensi utama tersebut, Allah menginformasikan bahwa keberuntungan hanya bagi mereka yang memilih jalan ketakwaan dan kerugian bagi mereka yang memilih jalan kefasikan[13]. Informasi ini menunjukkan bahwa dalam kesempurnaan manusia, juga memiliki potensi untuk jatuh kepada kefsikan dimana didalamnya setan memiliki peranan. Firaman Allah:
tA$s% y7Ï?¨ÏèÎ6sù öNßg¨ZtƒÈqøî_{ tûüÏèuHødr& ÇÑËÈ žwÎ) x8yŠ$t7Ïã ãNßg÷YÏB šúüÅÁn=øÜßJø9$# ÇÑÌÈ  
Terjemahnya:
“(Iblis menjawab) : "Demi kekuasaan Engkau Aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka”[14]
Yang dimaksud dengan “mukhlis” ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah swt.[15] .dalam ayat yang lain, Allah memerintahkan untuk senantiasa berlindung kepada-Nya dari dari godaan setan, sebagaimana firman-Nya:

$¨BÎ)ur š¨Zxîu\tƒ z`ÏB Ç`»sÜø¤±9$# Øø÷tR õÏètGó$$sù «!$$Î/ 4 ¼çm¯RÎ) ììÏJy íOŠÎ=tæ ÇËÉÉÈ
Terjemahnya:
“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan Maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”[16]
¼çm¯RÎ) }§øŠs9 ¼çms9 í`»sÜù=ß n?tã šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä 4n?tãur óOÎgÎn/u tbqè=ž2uqtGtƒ ÇÒÒÈ  
Terjemahnya:
“Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.”[17]
Oleh karena itu, untuk dapat membersihkan dan menjauhkan peranan setan yang mengarahkan jiwa manusia yang sempurna lagi suci tersebut membutuhkan sandaran yaitu memohon perlindungan Allah dari peranan setan yang menyesatkan yang kemudian disebut dengan istilah Al-Isti’a©ah.
Ayat-ayat al-Qur’an tentang Al-Isti’a©ah, bukan hanya berbicara tentang perlindungan Allah dari godaan setan. Akan tetapi, terdapat beberapa hal yang manusia meminta perlindungan kepada Allah darinya, seperti kebodohan[18], buruknya sesuatu[19], dan sebagainya.
B.     Rumusan dan Batasan Masalah
Berdasar pada uraian latar belakang yang telah dikemukakan, maka masalah pokok yang akan dibahas dalam kajian skripsi ini, adalah bagaimana wawasan Al-Qur’an tentang Al-Isti’a©ah ?
Dari masalah pokok di atas, maka batasan masalah yang menjadi obyek kajian skripsi ini adalah :
1.      Apa makna dan hakikat  Al-Isti’a©ah ?
2.      Bagaimana jenis-jenis Al-Isti’a©ah Dalam al-Qur’an ?
3.      Apa fungsi dan tujuan Al-Isti’a©ah dalam Al-Qur’an ?

 
C.     Pengertian Judul
Judul skripsi ini adalah "Wawasan al-Qur’an Tentang Al-Isti’a©ah" (Sebuah Kajian Tafsir Mau«u’³), Sebagai langkah awal untuk membahas isi skripsi ini, supaya tidak terjadi kesalahpahaman, maka penulis memberikan uraian dari judul penelitian ini. Yaitu sebagai berikut:
1. Wawasan
Berasal dari kata “wawas” yang berarti: meneliti, meninjau, memandang, mengamati. Kemudian ditambah dengan akhiran “an” menjadi “wawasan” artinya: tinjauan, pandangan, konsepsi dan cara pandang.[20]
2.    Al-Qur’an
Berasal dari kata (قرأ – يقرأ - قرآنا) yang berarti membaca,[21] mengumpulkan atau menghimpun,[22] Jika ditinjau dari perspektif bahasa. Al-Qur’an adalah kitab yang berbahasa Arab[23] yang di wahyukan Allah kepada Nabi Muhammad saw. untuk mengeluarkan umat manusia dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya yang membawa kepada jalan yang lurus (al-Shirath al-Mustaqim)[24]. Menurut ulama ushul fiqh adalah kalam Allah yang diturunkan olehnya melalui perantaraan Malaikat jibril ke dalam hati Rasulullah Muhammad bin Abdullah dengan lafaz yang berbahasa Arab dan makna-maknanya yang benar untuk menjadi hujah bagi Rasul atas pengakuannya sebagai Rasul, menjadi undang-undang bagi manusia yang mengikutinya.[25]
Sedangkan definisi al-Qur’an menurut ulama ulum al-Qur’an adalah kalam Allah yang bersifat mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Dan termaktub dalam mushaf, dinukilkan secara mutawatir dan ketika seseorang membaca bernilai pahala.[26]
3.      Isti’a©ah
Berasal dari kata (عاذ – يعوذ - عوذا ) yang berarti berlindung[27]. Kemudian terbentuk darinya (تعوّذ واستعاذ به من كذا) yang berarti mencari perlindungan[28], minta terpelihara kepadanya, berlindung dengan dia (dari)[29].
4. Tafsir Maudhu’i
Tafsir maudhu’i adalah metode tafsir yang berusaha mencari jawaban al-Qur’an tentang tema tertentu. Karena itu, tafsir ini juga dinamakan tafsir tematik. Metode ini menghimpun seluruh ayat yang berhubungan dengan tema yang dimaksud, lalu menganalisanya lewat ilmu-ilmu bantu yang relevan dengan masalah yang dibahas, kemudian lahirlah konsep yang utuh dari al-Qur’an tentang tema tersebut.[30]
Berdasarkan definisi‑definisi di atas, maka penulis dalam skripsi ini akan membahas tentang term Al-Isti’a©ah yang terdapat dalam al-Qur’an dengan menggunakan metode tafsir maudhu’i.
D.    Metodologi Penelitian
Metode penelitian dalam pembahasan skripsi ini meluputi berbagai hal sebagai berikut :
1.      Metode Pendekatan
Melalui metode ini, penulis menggunakan metode pendekatan penafsiran Alquran dari segi tafsir tematik. Yakni, menghimpun ayat-ayat Alquran yang memiliki tujuan yang sama, menyusunnya secara kronologis selama memungkinkan dengan memperhatikan sebab turunnya, menjelaskannya, mengaitkannya dengan surah tempat ia berada, menyimpulkan dan menyusun kesimpulan tersebut ke dalam kerangka pembahasan sehingga tampak dari segala aspek, dan menilainya dengan kriteria pengetahuan yang sahih.[31]
Untuk lebih jelasnya, penulis menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan Al-Isti’a©ah, kemudian menyusunnya ber-dasarkan kronologis serta sebab turunnya ayat-ayat tersebut, sehingga diketahui pengklasifikasiannya. Apakah ia tergolong ayat-ayat makkiyah atau Madaniyyah.
2.      Metode Pengumpulan data
Mengenai pengumpulan data, penulis menggunakan metode atau teknik library research, yaitu mengumpulkan data-data melalui bacaan dan literatur-literatur yang ada kaitannya dengan pembahasan penulis. Penulis juga menggunakan program al-Maktabah al-Sy±milah (المكتبة الشاملة) dalam pengumpulan data yang terkait, kemudian mengkonfimasikan kepada kitab aslinya. Dan sebagai sumber pokoknya adalah Al-Qur’an dan penafisrannya, serta sebagai penunjangnya yaitu buku-buku ke Islaman dan artikel-artikel yang membahas secara khusus tentang Al-Isti’a©ah dan buku-buku yang membahas secara umum dan implisitnya mengenai masalah yang dibahas.
3.      Metode Pengolahan data
Mayoritas metode yang digunakan dalam pembahasan skripsi ini adalah kualitatif, karena untuk menemukan pengertian yang diinginkan, penulis mengolah data yang ada untuk selanjutnya di interpretasikan ke dalam konsep yang bisa mendukung sasaran dan objek pembahasan.
4.      Metode Analisis
Pada metode ini, penulis menggunakan tiga macam metode, yaitu :
a.      Metode Deduktif, yaitu metode yang digunakan untuk menyajikan bahan atau teori yang sifantnya umum untuk kemudian diuraikan dan diterapkan secara khusus dan terperinci.
b.      Metode Induktif, yiatu metode analisis yang berangkat dari fakta-fakta yang khusus lalu ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum.
c.      Metode Komparatif, yaitu metode penyajian yang dilakukan dengan mengadakan perbandingan antara satu konsep dengan lainnya, kemudian menarik suatu kesimpulan.
E.     Tinjauan  Pustaka
Dari penelusuran penulis terhadap referensi yang ada, belum didapatkan referensi yang membahas Al-Isti’a©ah secara utuh. Tetapi pembahasan ini hanya ditemukan secara umum dalam kitab-kitab tafsir. Di antara kitab-kitab tafsir yang telah penulis telusuri, ada beberapa yang membahas secara khusus dan ringkas dalam muqaddimah tafsirnya, yaitu:
1.      Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr bin Farh al-An¡±r³ al-Khazraj³ Syamsuddin al-Qu¯ubi, dalam al-J±mi’ Li Ahk±m al-Qur’an, tafs³r al-Qur¯ubi (Kairo: D±r al-Kutub al-Mi¡riyah, 1964 M./1384 H.).
2.      Muhammad bin Jar³r bin Yaz³d bin Kats³r bin G±lib al-Ãmil³, Abu Ja’far al-°abar³ dalam J±mi’ al-Bay±n ‘an Ta’w³l Ãyi al-Qur’an (Kairo: Maktabah ibn Taimiyah, cet.II, 1388 H./1968 M.)
3.      Wahbah bin Musthafa al-Zu¥ail³ dalam Tafsir al-Mun³r (Damaskus: D±r al-Fikr al-Mu’±¡arah, cet.II, 1418 H.)
Dari ketiga kitab tafsir yang disebutkan di atas, belum didapati  kajian secara sistematis seperti yang menjadi rumusan masalah dalam skripsi ini. Karenanya dalam kajian ini, penulis berupaya menyajikan uraian secara sistematis tentang Al-Isti’a©ah dengan tetap menjadikan ketiga kitab tersebut di atas sebagai rujukan dalam malakukan kajian ini.
F.       Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.      Tujuan
Penilitian ini bertujuan disamping sebagai salah satu prasyarat wajib dalam penyelesaian studi, juga untuk mengembangkan pemahaman yang lebih jelas mengenai maksud dari lafaz Al-Isti’a©ah yang terdapat dalam al-Qur’an. Setelah diadakan penelitian, diharapkan adanya konklusi yang utuh dan menyeluruh mengenai pemahaman tentang Al-Isti’a©ah. Selanjutnya konklusi tersebut dapat dijabarkan dan diterapkan dalam kehidupan.
2.       Kegunaan
Diharapkan dari hasil tulisan ini memiliki nilai akademis yang memberikan kontribusi pemikiran atau dapat menambah informasi dan memperkaya khasanah intelektual Islam, khususnya pemahaman tentang lafaz Al-Isti’a©ah dalam al-Qur’an dan makna yang dikandungnya.
G.    Garis-garis Besar Isi Skiripsi
Secara garis besarnya penulis memberikan gambaran secara umum dari pokok pembahasan ini. Skripsi ini terdiri dari lima bab, masing-masing bab terdiri atas beberapa sub bab.
Bab pertama adalah bab pendahuluan. Uraiannya bersifat teoritis sebagaimana yang telah dikemukakan terdahulu. Yakni, latar  belakang masalah,  rumusan  dan  batasan masalah,   pengertian  judul,  tinjauan  pustaka, metode penelitian, tujuan dan kegunaan penelitian dan garis-garis besar isi skripsi. Dengan demikian, bab pertama ini terdiri atas tujuh sub bab.
Dalam bab kedua, dikemukakan tentang tinjauan umum tentang Al-Isti’a©ah, sebagai bab yang bersifat pengantar untuk pembahasan inti yang terletak pada bab ketiga dan keempat. Pada bab kedua bagian-bagiannya meliputi tentang;  pengertian dan ruang lingkup Al-Isti’a©ah;
Pada bab tiga, menguraikan tentang ayat-ayat yang berkenaan dengan Al-Isti’a©ah dan pembagian/jenis-jenis Al-Isti’a©ah itu sendiri. Dalam bab ini, dikemukakan term-term ayat-ayat yang menunjukkan makna Al-Isti’a©ah serta eksistensinya dalam al-Qur’an.
Pada bab empat, adalah bab analisis, di mana  ayat-ayat tentang Al-Isti’a©ah yang termaktub dalam bab tiga, dijelaskan secara  tematik. Karena demikian halnya, maka pada bab empat  dijelaskan tentang; keutamaan, fungsi dan tujuan Al-Isti’a©ah; sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah swt.
Pada bab kelima, yang merupakan bab penutup, berisi kesimpulan dari uraian-uraian skripsi ini kemudian dikemukakan beberapa saran sehubungan persoalan yang telah dibahas.




KOMPOSISI BAB
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Rumusan dan Batasan Masalah
C.     Pengertian Judul
D.    Metodologi Penelitian
E.     Tinjauan Pustaka
F.      Tujuan Penelitian
G.    Garis-garis Besar Isi Skripsi
BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG AL-ISTI’AªAH
A.    Pengertian Al-Isti’a©ah
B.     Hakikat Al-Isti’a©ah
BAB III AYAT-AYAT AL-ISTI’AªAH DALAM AL-QUR’AN
A.    Term-term yang menunjukkan makna Al-Isti’a©ah
B.     Jenis-jenis Al-Isti’a©ah dalam al-Qur’an
C.     Eksistensi Al-Isti’a©ah dalam al-Qur’an
BAB IV KEUTAMAAN, FUNGSI DAN TUJUAN AL-ISTI’AªAH
A.    Keutamaan al-Isti’a©ah
B.     Fungsi al-Isti’a©ah
C.     Tujuan al-Isti’a©ah
BAB V PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA



DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an al-Karim
Al-Qur'an dan Terjemahnya, al-Madinah al-Munawwarah: Mujamma’ al-Malik Fahd li Thaba’at al-mushaf al-Syarif,1418 H.
Abd. Al-Ha³ al-Farm±w³, Al-Bid±yah F³ al-Tafs³r al-Maw«­³, diterjemahkan oleh Suryan A. Jamrah dengan judul Metode Tafs³r Maw«u’³, Cet.I:Jakarta: LSIK dan Raja Rafindo Persada, 1994
Abu al-Husain Ahmad ibn al-Faris ibn Zakariya, Mu’jam Maq±yis al-Lug±h al-‘Arabiyyah, Juz II, Mesir: Dar al-Fikr, t.th.
Abd. Muin Salim, Fiqh Siy±sah; Konsepsi Kekuasaan Politik dalam Al-Quran, Cet II; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995
Abdul Wahhab Khall±f, Ilmu Ush­l Fiqh, diterjemahkan oleh Muhammad Zuhri dan Ahmad Qarib, Cet. I; Semarang: Dina Utama, 1994
Al-Quthubi, Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Ab³ Bakr bin Farh al-An¡ari al-Khazraj³ Syamsudd³n, al-Jami’ Li Ahk±m al-Qur’an, tafs³r al-Qur¯ubi, Kairo: D±r al-Kutub al-Mi¡riyah, 1964 M./1384 H.
Ahmad Warson Munawwir, Al-Munawwir Kamus Arab Indonesia, Cet. I; Yogyakarta: Pondok Pesantren Munawwir, 1994
Al-Thabari, Muhammad bin Jarir bin Yaz³d bin Kats³r bin G±lib al-Ãmil³, Abu Ja’far, Jami’ al-Bay±n ‘an Ta’w³l Ãyi al-Qur’an, Kairo: Maktabah ibn Taimiyah, cet.II, 1388 H./1968 M.
Al-Zuhaili, Wahbah bin Musthafa, Tafs³r al-Mun³r, Damaskus: D±r al-Fikr al-Mu’±sharah, cet.II, 1418 H.
Departeman Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, Cet. IV; Jakarta: Balai Pustaka, 2005
Harifuddin Cawidu, Konsep Kufur Dalam al-Qur’an ; Suatu Kajian Dengan Pendekatan Tafsir Tematik, Cet. I; Jakarta: Bulan Bintang, 1991
Mahmud Yunus, Kamus Arab-Indonesia, Jakarta: Hidakarya Agung, 1989
Muhammad ‘Abd al-Ad§im al-Zarq±ni, Man±hil al-Irf±n f³ Ul­m al-Qur’an, Juz 1, Cet. I; D±r al-Qutaibah, 1998 M/1418 H
Muhammad Fuad Abd. Baqi’, al-Mu’jam al-Mufahras li al-F±§ al-Qur’an al-Kar³m, D±r al-Kutub al-Misriah, 1364 H.
Quraish Shihab, Tafsir Alquran Masa Kini, Ujungpandang: IAIN Alauddin, 1983
----------, Membumikan al-Qur’an; Fungsi dan Peranan Wahyu Dalam kehidupan Masyarakat, Cet. XIV; Bandung: Mizam, 1997
Subhi al-Salih, Mab±his f³ Ul­m al-Qur’an, Beirut: Dar al-Ilm, 1977


[1] Q.S. al-Baqarah (2): 2
[2] Q.S al-Baqarah (2): 97
[3] QS. al-Baqarah (2): 185, dan S. Ali ‘Imran (3): 4
[4] Q.S. al-Takwir (81): 27 dan S. Shad (38): 87
[5]Harifuddin Cawidu, Konsep Kufur Dalam al-Qur’an ; Suatu Kajian Dengan Pendekatan Tafsir Tematik (Cet. I; Jakarta: Bulan Bintang, 1991), h. 4
[6]Ibid.
[7]Ibid., h. 5
[8]Lihat Muhammad Fuad Abd. Baqi’, al-Mu’jan al-Mufahras li al-Fash al-Qur’an al-Karim (t.tp: Dar al-Fikr, 1981), h. 494
[9]M. Quraish Shihab, Membumikan al-Qur’an; Fungsi dan Peranan Wahyu Dalam kehidupan Masyarakat (Cet. XIV; Bandung: Mizam, 1997), h. 40
[10] QS. al-Tiin (95): 4
[11] QS. al-Syams (91): 7
[12] QS. al-Syams (91): 8
[13] QS. al-Syams (91): 9-10
[14] Q.S. Shad (38): 82-83
[15] Al-Qur'an dan Terjemahnya, (al-Madinah al-Munawwarah: Mujmma’ al-Malik Fahd li Thaba’at al-mushaf al-Syarif,1418 H.), h.742
[16] QS. al-A’raf (7): 200
[17] QS. al-Nahl (16):99
[18] Q.S. al-Baqarah (2): 67
[19] Q.S. al-Falaq dan S. Al-Naas
[20] Departeman Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga (Cet. IV; Jakarta: Balai Pustaka, 2005), h. 1271.
[21] Ahmad Warson Munawwir, Al-Munawwir Kamus Arab Indonesia (Cet. I; Yogyakarta: Pondok Pesantren Munawwir, 1994), h. 1184.
[22] Abu al-Husain Ahmad ibn al-Faris ibn Zakariya, Mu’jam Maqayis al-Lughat al-‘Arabiyyah, Juz II (Mesir: Dar al-Fikr, t.th.), h. 1184.
[23] Q.S. fushshilat (41): 3, S. al-Zukhruf (43): 3, S. Yusuf (12): 2, S. al-Ra’d (13):37, S. Thaha (20): 113, S. al-Zumar (39): 28, dan S. al-Syura (42):7
[24] Q.S. Ibrahim (14):1
[25] Abdul Wahhab Khallaf, Ilmu Ushul Fiqh diterjemahkan oleh Muhammad Zuhri dan Ahmad Qarib (Cet. I; Semarang: Dina Utama, 1994), h. 18.
[26] Subhi al-Salih, Mabahis fi Ulum al-Qur’an (Beirut: Dar al-Ilm, 1977), h. 21.
[27] Ahmad Warson Munawwir, op. Cit. h.984.
[28] Ibid.
[29] Mahmud Yunus, Kamus Arab-Indonesia (Jakarta: Hidakarya Agung, 1989), hal.285
[30] Muhammad ‘Abd al-Adzim al-Zarqani, Manahil al-Irfan fi Ulum al-Qur’an, Juz 1 (Cet. I; Daar al-Qutaibah, 1998 M/1418 H), h. 33.
[31] Demikian cara kerja tafsir tematik (al-tafsîr bi al-mawdhu’i). Untuk lebih jelasnya, lihat Abd. Al-Hayy al-Farmâwi, Al-Bidâyat Fi al-Tafsîr al-Mawdû’i diterjemahkan oleh Suryan A.Jamrah dengan judul Metode Tafsîr Mawdhu’iy (Cet.I:Jakarta: LSIK dan Raja Rafindo Persada, 1994), h. 52.  Lihat juga M. Quraish Shihab, Tafsir Alquran Masa Kini (Ujungpandang: IAIN Alauddin, 1983), h. 9. Juga Abd. Muin Salim, Fiqh Siyasah; Konsepsi Kekuasaan Politik dalam Al-Quran (Cet II; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995), h. 20. Juga Harifuddin Cawidu, Konsep Kufr Dalam Alquran; suatu Kajian Teologis dengan Pendekatan Tafsîr Tematik (Cet. I; Jakarta: Bulan Bintang, 1991), h. 21-25.

0 komentar:

Poskan Komentar

apakah anda tidak menemukan yang anda cari??? silahkan tuliskan sesuatu yang anda cari itu....

FACEBOOK COMENT

ARTIKEL SEBELUMNYA

 
Blogger Templates